Kutipan Novel Jatuh Cinta Diam-Diam (JCDD) By Dwitasari

*. Kalau kau pikir aku bodoh, aku memang sudah lama bodoh seperti ini. Sejak mengenal dia, mungkin aku tambah bodoh.
*. Aku selalu jadi pendengar yang baik, juga penonton yang tak banyak mengeluh.
*. Dia berganti-ganti pasangan semudah mengganti batang rokok yang mulai memendek dengan batang rokok baru yang lebih panjang.
*. Aku mencintainya, cinta yang berusaha kusembunyikan dalam setiap sikap dinginku.
*. Aku selalu siap dengan berbagai macam kehilangan, tapi aku nggak pernah siap kehilangan kamu.
*. Biarlah cinta tetap ada walaupun terjebak dalam diam.
*. Orang yang pernah membuatmu tertawa paling kencang adalah orang yang akan membuatmu menangis paling kencang.
*. Puncak kangen paling dahsyat ketika dua orang tak saling telepon, SMS, BBM, dan lain-lain, tapi keduanya diam-diam saling mendoakan.
*. Begitu kuat. Begitu dalam. Sampai saya tak temukan lagi alasan, mengapa harus kamu yang saya cintai?
*. Iya, cinta memang gaib. Begitu gaib, sampai-sampai membuat mereka yang berbeda dalam segala hal bisa bertemu, saling tahu, dan bisa saja saling cemburu.
*. Tuhan pasti telah mendorong seorang malaikatnya masuk ke dunia manusia.
*. Rasa ingin tahu ternyata bisa berevolusi jadi perasaan sayang.
*. Kenangan cinta pertama memang sulit untuk di lupakan. Itulah saat cinta benanr-benar menemukan ketulusannya, saat cinta menjelma menjadi bagian yang membawa energi positif bagi seseorang. Sayangnya, tak semua cinta pertama berakhir bahagia. Ada yang di pendam dalam diam, ada juga yang tertahan karena malu untuk diungkapkan. Aku pasti bukan orang pertama yang hanya mampu memendam dan terus diam.
*. Betapa melupakan sungguh sangat sulit, meskipun aku begitu yakin telah mengikhlaskan.
*. Cinta yang terpendam akan terus terkubur.
*. Aku selalu takut kehilangan dia, sosok yang belum benar-benar kumiliki.
*. Aku tidak bisa menolak untuk tidak mencintainya dan merindukannya.
*. Aku belum berani mengungkapkan rasa, aku memilih jatuh cinta diam-diam.
*. Mungkinkah dia terlalu tinggi untukku? Apakah dia terlalu sempurna untuk kugenggam?
*. Aku menikmati suaranya yang berat, tapi bersemangat. Aku merindukan candaannya ketika tak lagi kudengar suaranya. Aku memikirkannya, seandainya dia berada begitu dekat bersamaku.
*. Aku nggak mau berharap tinggi, kalau jatuh, pasti sakit banget.
*. Apa arti menunggu jika yang kamu dapatkan lebih dari yang kamu harapkan?
*. Aku mulai mencintainya, tapi takut segalanya berubah dengan cepat jika aku menuntut status dan kejelasan.
*. Mungkin sudah saatnya aku menyerah. Perasaan kalian terlalu kuat untuk kukalahkan.

Jatuh Cinta Diam-Diam.....
Setiap orang punya caranya sendiri untuk mencintai,
memilih untuk diam, memperhatikan dari jauh, atau mendoakan diam-diam.
Setiap orang punya caranya sendiri untuk jatuh cinta
tanpa membaginya dengan orang yang dia cinta.
Jatuh Cinta Diam-diam.....
Setiap hati selalu menyimpan sebuah nama

by : Dwitasari

Komentar