Kutipan Novel Tere Liye

1. Banyak sekali orang yang jatuh cinta lantas sibuk dengan dunia barunya itu. Sibuk sekali, sampai lupa keluarga sendiri, lupa teman dekat, lupa sahabat karib. Padahal siapalah orang yang tiba-tiba mengisi hidup kita itu? Kebanyakan orang asing dan orang baru----Tere Liye, novel "Kau, aku dan sepucuk Angpau merah"

2. Urusan perasaan itu ajaib sekali, bahkan bisa membuat merasa sepi di tengah keramaian, ramai di tengah kesepian----Tere Liye, novel "Kau, aku dan sepucuk Angpau merah"

3. Aku harus menyibukkan diri. Membunuh dengan tega setiap kali kerinduan itu muncul. Ya Tuhan, berat sekali melakukannya.... Sungguh berat, karena itu berarti aku harus menikam hatiku setiap detik----Tere Liye, novel "Sunset bersama Rosie"

4. Orang yang memendam perasaan sering kali terjebak oleh hatinya sendiri. Sibuk merangkai semua kejadian disekitarnya untuk membenarkan hatinya berharap. Sibuk menghubungkan banyak hal agar hatinya senang menimbun mimpi. Sehingga suatu ketika dia tidak tahu lagi mana simpul yang nyata dan mana simpul yang dusta----Tere Liye, novel "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin"

5. Daun yang jatuh tak pernah membenci angin, dia membiarkan dirinya jatuh begitu saja. Tak melawan mengikhlaskan semuanya-----Tere Liye, novel "Daun yang jatuh tak pernah membenci angin"

6. Kalian lihat lilin-lilin merah itu. Indah. Cahaya kerlap-kerlip Lilin itu membakar tubuhnya sendiri untuk mengeluarkan cahaya. Begitulah kehidupan. Kita menggorbankan diri kita untuk sesuatu yang lebih indah. Menerangi sekitar, tanpa peduli itu menyakiti kita. Lilin ini hanya bisa hidup semalam, lantas setelah seluruh batangnya habis, nyalanya akan padam. Selamanya----Tere Liye, novel "Sunset bersama Rosie"

7. terkadang dalam banyak keterbatasan, kita harus bersabar menunggu rencana terbaik datang. Sambil terus melakukan apa yang bisa dilakukan----Tere Liye, novel "Kau, aku dan sepucuk angpau merah"

8. Cinta sejati selalu datang pada saat yang tepat, dan tempat yang tepat. Ia tidak pernah tersesat sepanjang kalian memiliki sesuatu. Apa sesuatu itu? Tentu bukan GPS, alat pelacak, dan sebagainya. Sesuatu itu adalah pemahaman yang baik bagaimana mengendalikan perasaan----Tere Liye, novel "Kau, aku dan sepucuk angpau merah"

9. Sejatinya, rasa suka tidak perlu diumbar, ditulis, apalagi kau pamer-pamerkan. Semakin sering kau megatakannya, jangan-jangan dia semakin hambar. Jangan-jangan kita mengatakannya hanya karena untuk menyugesti, bertanya pada diri sendiri, apa memang sesuka itu----Tere Liye, novel "Kau, aku dan sepucuk angpau merah"

10. Cinta sejati selalu menemukan jalan. Ada saja kebetulan, nasib, takdir atau apalah sebutannya. Tapi sayangnya, orang-orang yang mengaku sedang di rundung cinta justru sebaliknya. Selalu memaksakan jalan cerita, khawatir, cemas, serta berbagai perangai norak lainnya. Tidak usalah kau gulana, wajah kusut. Jika berjodoh, Tuhan sendiri yang akan memberikan jalan baiknya. Kebetulan yang menajubkan----Tere Liye, novel "Kau, aku dan sepucuk angpau merah"


sumber : Fanpage - Darwis Tere Liye

Komentar