Di era sekarang yang serba menggunakan teknologi, sangat dibutuhkan penggunaan komputer dan aplikasinya untuk mendukung dan bermanfaat dalam berbagai hal maupun bidang. Penerapan teknologi diberbagai bidang terus dilakukan, tidak terkecuali di bidang lingkungan dan pertanian untuk mempermudah aktivitas yang terkait. Bidang lingkungan dan pertanian sangat membutuhkan suatu aplikasi yaitu Sistem Informasi Geografis yang dalam penggunaanya mendapatkan data secara akurat, tepat dan mudah dipahami oleh pengguna.
Sistem informasi geografis
merupakan suatu sistem informasi berbasis komputer, dirancang untuk bekerja
dengan menggunakan data yang memiliki informasi spasial. SIG dimanfaatkan untuk
mempermudah mendapatkan data-data yang telah diolah dan telah disimpan sebagai
suatu objek atau lokasi. Data-data yang diolah dalam SIG pada dasarnya
terdiri dari data spasial dan data atribut dalam bentuk digital. SIG merelasikan data spasial (lokasi geografis)
dengan data non spasial, sehingga penggunanya dapat membuat peta dan
menganalisa informasinya dengan berbagai cara.
Terdapat komponen dalam Sistem Informasi Geografis yaitu :
a. Perangkat Keras
Perangkat keras (hardware) SIG adalah perangkat fisik
yang merupakan bagian dari sistem komputer yang mendukung analisis geografi dan
pemetaan. Perangkat keras SIG memiliki kemampuan untuk menyajikan citra dengan
resolusi dan kecepatan yang tinggi serta mendukung operasi basis data dengan
volume data yang besar secara cepat. Perangkat keras SIG terdiri atas beberapa
bagian untuk menginput data, mengolah data, dan mencetak hasil proses.
Berdasarkan prosesnya dibagi menjadi:
- Input data seperti mouse, digitizer, scanner
- Olah data seperti harddisk, processor, RAM, VGA
Card
- Output data seperti plotter, printer, screening.
b. Perangkat Lunak
Software atau perangkat lunak
digunakan untuk melakukan proses menyimpan, menganalisa, memvisualkan data baik
data spasial maupun non-spasial. Perangkat lunak yang harus ada dalam SIG
yaitu:
·
Alat untuk memasukkan dan memanipulasi data SIG
- Data Base Management System (DBMS)
- Alat untuk menganalisa data
- Alat untuk menampilkan data dan hasil analisa
c. Data
Pada prinsipnya ada dua jenis
data untuk mendukung SIG yakni:
Data Spasial
Data spasial adalah gambaran nyata suatu wilayah yang
ada di permukaan bumi. Umumnya direpresentasikan berupa grafik, peta, gambar
dengan format digital dan disimpan dalam bentuk koordinat x,y (vektor) atau
dalam bentuk image (raster) yang memiliki nilai tertentu.
Data Non Spasial
Data non spasial atau atribut adalah data berbentuk
tabel dimana tabel tersebut berisi informasi yang dimiliki oleh obyek dalam
data spasial. Data tersebut berbentuk data tabular yang saling terintegrasi
dengan data spasial yang ada.
d. Manusia
Manusia merupakan inti elemen dari SIG karena manusia
adalah perencana dan pengguna SIG. Pengguna SIG memiliki tingkatan seperti pada
sistem informasi lainnya, dari tingkat spesialis teknis yang mendesain dan
mengelola sistem, hingga pengguna yang menggunakan SIG untuk membantu
pekerjaannya sehari-hari.
e. Metode
Dalam setiap masalah metode yang digunakan dalam SIG
akan berbeda. SIG yang baik bergantung pada aspek desain dan aspek realnya.
Setelah
mengetahui tentang SIG, berikut pemanfaatan SIG dalam bidang lingkungan dan
pertanian.
· Pemanfaatan
SIG dalam bidang lingkungan
Pemanfaatan SIG dalam
bidang lingkungan masih asing, hal ini karena SIG selalu berkaitan dengan
pemetaan. Permasalahan pada lingkungan yang sering terjadi adalah kerusakan
lahan, timbulnya sampah, erosi sampai banjir yang akibat dari kelalaian
manusia. Untuk mengurangi dampak
lingkungan dari permasalahan yang terjadi, aplikasi SIG dibutuhkan dan dimanfaatkan
sebagai proses perencanaan dan prediksi yang akan terjadi di masa datang. SIG juga bisa dikatakan sebagai sistem komputer yang
berfungsi untuk menyimpan data, membangun, mengelola serta menampilkan
informasi spasial bereferensi geografis berdasarkan lokasi kebumiannya dalam
bentuk database.
Aplikasi
SIG dalam bidang lingkungan memberikan manfaat sebagai berikut :
1.
Memberikan penjelasan kepada
masyarakat terkait dengan lokasi atau tata letak rencana kegiatan usaha yang
memiliki dampak yang besar terhadap lingkungan. Dengan SIG, Anda bisa
mengetahui nama lokasi, luas lokasi, kode pos, koordinat dan lain sebagainya
secara spasial.
2.
Memberikan informasi terbaru yang tidak
berbeda dengan kondisi nyatanya.
3.
Menjelaskan kondisi ruang spasial. Misalkan dalam dokumen lingkungan dibutuhkan data
informasi mengenai luasan permukiman yang terkena dampak kerusakan lingkungan
atau lahan, maka Anda bisa mengetahui luasannya menggunakan SIG.
4.
Sebagai sarana pengambilan
data, mengumpulkan data dan menganalisa data dengan basis pemetaan yang
dijadikan pertimbangan banyak pemangku kebijakan untuk mengambil keputusan
terkait dengan pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup di sekitar wilayah
yang dikaji.
5.
Dapat membantu para ahli
lingkungan untuk menganalisis daya tampung dan daya lingkungan hidup yang
berkaitan dengan rencana pola ruang suatu wilayah. Manfaat ini memang sangat
penting dalam dunia lingkungan. Karena dampak-dampak tersebut, bisa tersajikan
dalam bentuk peta (overlay) data spasial.
Dalam penggunaan SIG di bidang lingkungan
dapat menjadikan sebagai aspek penilaian, dikarenakan SIG sangat praktis,
efisien serta efektif untuk mengelola data yang ada di lapangan berdasarkan
aspek keruangan.
· Pemanfaatan
SIG dalam bidang pertanian
Dalam
bidang pertanian, SIG lebih banyak dimanfaatkan untuk tujuan analisis kesesuaian/kemampuan
lahan untuk pertanian, estimasi produksi beberapa komoditi pertanian, estimasi
serangan hama-penyakit tanaman, prediksi erosi tanah, monitoring dan
analisis perubahan tataguna lahan, analisis kerentanan banjir dan longsor
tanah akibat perubahan penggunaan lahan, perencanaan tata guna lahan,
ekstensifikasi pertanian, monitoring kerusakan dan kebakaran hutan,
monitoring agroklimatologi, survei dan pemetaan tanah, evaluasi dan
klasifikasi tanah, pemetaan sumber daya lahan, perencanaan jaringan
irigasi, analisis daya dukung lahan pertanian, dan perencanaan perdesaan.
Pemanfaatan
SIG dalam bidang pertanian pada umumnya diperlukan beberapa data masukan,
berupa data spasial seperti : peta rupa bumi, peta geologi, foto udara,
citra satelit atau citra radar, dan data atribut seperti : data iklim, dan data
sosial penduduk. Peta rupa bumi digunakan
sebagai dasar pembuatan peta administrasi dan peta kontur. Peta geologi
digunakan untuk membantu analisis dan pembuatan peta tanah. Foto udara, citra
satelit, dan citra radar digunakan untuk analisis dan pembuatan peta
tutupan/penggunaan lahan. Data iklim digunakan untuk analisis dan
pembuatan peta curah hujan/intensitas hujan. Data sosial penduduk
digunakan untuk analisis dan pembuatan peta sebaran penduduk/petani. Data-data sebagaimana tersebut di atas digunakan
untuk pembuatan peta satuan lahan homogen atau peta dasar/ peta
kerja lapang. Melalui pengamatan lapang dan analisis sampel tanah dan air
di laboratorium, serta analisis statistik, kemudian dibuat peta akhir sesuai
tujuan yang diharapkan.
Pemanfaatan SIG Di bidang Pertanian Dalam Bidang:
1. Kajian Erosi Tanah
Kajian erosi
tanah diperlukan data-data yang berkaitan dengan faktor-faktor
penyebab erosi, seperti :
(1) data curah hujan harian selama 5 sampai 10 tahun
terakhir;
(2) data sifat dan karakteristik tanah untuk menghitung besarnya
erodibiltas tanah;
(3) data panjang dan derajad lereng;
(4) data vegetasi
dan pertanaman yang diusahakan; dan
(5) data tindakan konservasi tanah
yang sudah atau sedang dikerjakan pada bidang lahan yang dikaji. Adapun
data lain yang diperlukan untuk menunjang keberhasilan pekerjaan SIG,
terutama untuk analisis dan rekomendasi diantaranya adalah data sosial
penduduk dan data kebijakan daerah mengenai usaha pengembangan/ pembangunan
pertanian yang sedang diprogramkan.
2. Kajian Serangan Hama Penyakit Tanaman
Kajian serangan hama
penyakit tanaman data geospasial yang diperlukan antara lain :
(1)
data fisiografi wilayah, seperti bentuk lahan (landform), kelerengan,
jenis tanah, dan sebaran vegetasi/ tanaman;
(2) data iklim, terutama curah
hujan, intensitas penyinaran matahari, dan arah angin;
(3) data
pola penggunaan lahan: dan
(4) data sosial penduduk, yang meliputi adat
istiadat/ perilaku masyarakat, mata pencaharian, tingkat perekonomian, dan
tingkat pendidikan penduduk.
3. Pembuatan Sarana Pengairan Dan Jaringan Irigasi
Pembuatan sarana
pengairan dan jaringan irigasi diperlukan data geospasial berupa :
(1)
data bentuk lahan makro, kelerengan dan lithologi;
(2) data penggunaan
lahan;
(3) data sebaran penduduk dan kepemilikan lahan; dan
(4) data
sumber-sumber air alami, terutama jenis sumber air, lokasi, dan debit air.
{artikel ini sebagai tugas mata kuliah Sistem Informasi Geografis}
Nama : Aulia Nuur Aryono
NPM : 1625010175
Sumber :
Murtina. 2012.
Pemanfaatan SIG dalam Bidang Pertanian.
geologinesia.com/2018/01/manfaat-sig-dalam-bidang-lingkungan-hidup.html

selamat sore gan
BalasHapusartikel sangat membantu saya gan pada pembuatan tugas SIG.
dengan artikel ini saya banyak tahu dan dan paham pada Sistem Informasi Geografis dalam Bidang Lingkungan dan Pertanian.
semoga yang perkunjung kesini di berimamfaat besar dan paham.
Kunjungin website kami juga Gan
Di:
https://bakri48.mahasiswa.atmaluhur.ac.id/
http://www.atmaluhur.ac.id