Minggu Terakhir di Bulan April

.
April itu istimewa namun menyesakkan dada.
Dinginnya malam di penghujung April, menyisakan setumpuk ketidakmungkinan.
Awal April lalu, pernah mengharap bahwa April akan menjadi jawabannya.
Namun, saya di kalahkan waktu dan jarak. Sungguh rasanya sesak di dad saat kamu ingin melakukannya tapi tak bisa.
.
Sadar atau tidak, beberapa hal menjadi kemungkinan saat berpasrah.
Tepatnya dua bulan lalu, saya berpasrah tidak mungkin menemukanmu.
Tapi Tuhan memberikan jawabannya, sosokmu hadir dari hal yang tidak aku sangka.
Memang, pertemuan ibarat magic yang tidak bisa ditebak atau pun disangka.
.
Di April ini, saya tidak menemukanmu.
Mungkin benar, ini bukan waktu dan jawabannya.
Tapi saya terus percaya dalam hati, bahwa kamu adalah ketidakmungkinan yang aku semogakan.
April, kamu tidak jauh, kamu dekat. Kamu ada disini, di dalam doaku.
Tuhan tahu betapa namamu yang seringkali aku semogakan dan aku Aamiinkan setiap aku menenggadahkan tanganku.
Dan semesta sepertinya sudah cukup menjadi saksi bisu.
.




Saat purnama.

Komentar