Aku Ingin, Maka Izinkan Aku
Aku ingin mencintaimu
dengan penuh pengertian, tidak peduli seberapa sibuk engkau ketika dihujam
beribu tugas atau pekerjaan, sebab itu adalah tanggung jawabmu pada diri
sendiri dan keadaan.
Aku ingin menyayangimu
dengan pemahaman, selalu berusaha memahami saat engkau terlampau lelah lalu
mesti memilih beristirahat daripada menemaniku di sini, tidak apa aku
memaklumi.
Aku ingin menciptakan
waktu luang untukmu, sebab aku tahu kapan kau harus berkumpul bersama teman dan
menjalani berbagai kegiatan kesukaan, aku tidak akan pernah melarang selama itu
bagus terhadap perubahan, aku siapkan kebebasan agar tidak ada celah kebosanan.
Aku ingin hadir sebagai
pendamping yang setia, tidak berniat menyusahkanmu sebab aku ingin belajar
mandiri tanpa sebongkah belas kasih, yang aku harapkan adalah kita meluruh satu
melangkah mencapai masa depan yang indah.
Aku ingin memberikanmu
segenap kepercayaan, kau yang bersedia tidak cemburu jika hanya menyangkut hal
kecil, begitu pula sebaiknya. Lalu kita berdua yang senantiasa rela menjaga
harga diri sebuah percaya dengan sehormat-hormatnya.
Aku ingin memperhatikanmu
dari kejauhan, bukan berarti aku berlebihan namun aku hanya ingin kau tetap
sehat tentunya baik-baik saja walau kita sedang tidak bertemu, aku ingin kita
saling mengingatkan perihal apa saja yang harus dilakukan karena manusia
dasarnya pelupa.
Aku ingin menjadi teduhmu
dan peluhmu, jadikan aku rumah sebagai tempatmu berpulang sekaligus menyimpan
kenang, aku pasti akan senang hati menerima sikap dan peranmu di semesta bagi
kata untuk memulai kisah dan cerita.
Aku ingin diumpamakan
seperti payung, yang melindungimu dari derasnya masalah, menangislah di
pundakku sebagai bentuk luapan rasa kecewa dan ingatlah ada aku yang andil
menghibur duka pun menyelesaikan nestapa.
Maka izinkan aku meraih
segala bahagia disisimu, menghabiskan sisa sangkala dan amarta dengan
memandangmu setiap hari, bercengkerama hingga kelak kita lupa tatkala sudah
saatnya tutup usia.
-phosphenous
Komentar
Posting Komentar