Pengendalian Hama Penyakit pada Tanaman Tomat




Pengendalian hama didefinisikan sebagai cara pendekatan atau cara berfikir tentang pengendalian organisme pengganggu tumbuhan yang didasarkan pada pertimbangan ekologi dan efisiensi ekonomi dalam rangka pengelolaan agroekosistem yang berwawasan lingkungan berkelanjutan.

Konsep PHT muncul dan berkembang sebagai koreksi terhadap kebijakan pengendalian hama secara konvensional yang menekankan penggunaan pestisida. Penggunaan pestisida dalam kerangka penerapan PHT secara konvensional ini menimbulkan dampak negatif yang merugikan baik ekonomi, kesehatan, maupun lingkungan sebagai akibat penggunaan yang tidak tepat dan berlebihan.

Tanaman tomat merupakan tanaman sayuran buah semusim seperti halnya cabai, terong dan sebagainya. Hama dan penyakit beberapa tanaman sayuran semusim hampir memiliki kemiripan. Baik dari jenis hama dan penyakit maupun gejala serangan. Misalnya tanaman tomat, cabe dan terong memiliki kemiripan dalam hal serangan hama dan penyakitnya.
Beberapa hama dan penyakit pada tanaman tomat antara lain; ulat, kutu, lalat, layu fusarium, busuk buah dan sebagainya. Seperti halnya tanaman lainya, tanaman tomat akan mudah terserang penyakit saat musim hujan. Kelembaban udara yang tinggi menjadi salah satu faktor penyebabnya.

Hama pada Tanaman Tomat
1.  Kutu Kebul (Bemisia tabaci)

Kutu kebul hewan bersayap dan berwarna putih ini adalah salah satu hama yang sangat berbahaya pada budidaya tomat. Hama ini biasanya bergerombol dibawah daun dan terlihat terselubungi tepung berwarna putih. Apabila tertiup angin atau tersentuh tepung putih tersebut akan beterbangan keudara. Kutu kebul menyerang dengan cara menghisap cairan daun. Tanaman yang terserang ditandai dengan pertumbuhan yang terhambat dan kerdil, daun menjadi keriting dan berwarna kuning. Kutu kebul merupakan vektor utama penyebaran virus gemini. Pengendalian dapat dilakukan dengan cara menjaga kebersihan areal budidaya, penggunaan mulsa plastik dan melakukan pergantian tanaman. Pengendalian secara kimiawi dapat dilakukan dengan penyemprotan akarisida berbahan aktif abamectin.

2.  Lalat buah (Bactrocera sp)
Lalat buah adalah serangga berwarna hitam kekuningan dan berbentuk seperti tawon kecil. Hama ini menyerang buah tomat dengan cara menyuntikkan telor kedalam buah tomat. Telor yang bersarang didalam buah akan menetas dan menjadi larva. Larva-larva tersebut akan memakan daging buah tomat sehingga menyebabkan buah menjadi busuk. Pengendalian dapat dilakukan dengan menggunakan perangkap lalat buah. Kebersihan dan sanitasi areal budidaya juga perlu diperhatikan. Pengendalian secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida yang berbau menyengat, misalnya santoat atau curacron.

3.  Hama trips
Trips menyerang daun muda dengan cara menghisap cairan daun dan menyebabkan keriting daun. Pengendaliannya dapat dilakukan dengan pergantian tanaman, membersihkan gulma dan tanaman inang. Secara kimiawi dilakukan dengan penyemprotan insektisida berbahan aktif abamektin.

Penyakit pada Tanaman Tomat
1.  Layu bakteri (Pseudomonas solanacearum)

Gejalanya terlihat jika pucuk tanaman layu atau daun tua menguning. Jika batang dipotong akan terlihat cairan berwarna susu seperti lendir. Pengendalian bisa dilakukan dengan melakukan pergiliran tanaman bukan sejenis dan menggunakan benih yang tahan terhadap bakteri.
Pengendalian secara kimia dapat dilakukan penyemprotan dengan bakterisida
2.  Mosaik
Penyakit mosaik ditandai dengan adanya warna seperti mosaik pada daun. Pengendalian dengan cara mencabut dan membakar tanaman yang terserang agar tidak menular.
3.  Busuk buah

Ada dua macam cendawan penyebab busuk buah pada tomat. Yang pertama penyakit busuk buah pada tomat disebabkan oleh cendawan Thanatephorus cucumeris. Gejala terlihat dengan adanya bercak kecil berwarna coklat pada buah tomat, lama kelamaan membesar dan cekung, buah menjadi busuk lalu rontok. Yang kedua disebabkan oleh cendawan Colletotrichum coccodes. Gejalanya terdapat bercak kecil bulat dan berair, yang lama-lama menjadi cekung. Terdapat bercak ungu pada pangkal buah dekat tangkai buah. 
Pengendalian dilakukan dengan pergantian tanaman, menjaga kebersihan dan membuang serta memusnahkan buah yang terserang. Penyemprotan fungisida dilakukan jika serangan parah, dengan menggunakan fungisida berbahan aktif mankozeb atau kaptafol.


-------------------------------------------------------------------------------------------------

Nama : Aulia Nuur Aryono
Kelas : Agroteknologi D
NPM : 1625010175

Artikel ini sebagai tugas mata kuliah Pengendalian Hama Penyakit Terpadu. 

Komentar