Aku berdiri ditengah gurun yang kering dan tandus. Gurun yang luas ini membuatku kesepian. Aku melihat sekitarnya tak ada siapapun diujung sana, hanya deburan pasir yang diterpa angin. Tubuhku ambruk, tak berdaya dan dehidrasi. Nafasku terasa berat, mataku sayu dan hatiku semakin lara. Aku linglung. Aku tersesat dibanyak dimensi tapi yang aku ingat, aku tersesat digurun dan hutan. Ada apa denganku?
Saat aku menatap kosong kedepan, aku melihat cahaya diujung. Aku mencoba mendekati cahaya itu, namun ketika aku mendekatinya yang ada hanyalah hamparan kosong, sama seperti titik awal aku melangkah. Aku melihat sekitarku dan menemukan cahaya itu lagi, rasa penasaranku membawaku melangkah menuju cahaya itu. Namun, yang aku dapati sama seperti sebelumnya dan cahaya itu menghilang. Aku bertanya, apa semua ini? Mengapa aku disini? Aku kesepian, hampa dan kosong.
Aku duduk ditengah gurun, membangun istana pasir sebagai mainanku agar aku tidak merasa kesepian. Aku terus membangun istanaku berharap lebih besar dari yang aku bayangkan. Namun ketika sampai pada tembok terakhir, istanaku roboh karena hempasan angin kencang sehingga menyisakan istana utama sebagai mainanku.
Aku bermain di istana yang kubangun, tidak ada teman satupun disampingku. Kenangan yang menyakitan dan luka masa lalu masih bersamaku, mereka tidak mau pergi dalam jiwaku. Mereka berinang didalam jiwaku yang rapuh dan lemah ini. Terkadang aku membenci diriku, jiwaku dan hidupku. Aku merasa hidupku tidak seperti dulu. Empat tahun yang mengubah segala kepribadianku, yang mengharuskan memakai topeng bahagia dan baik-baik saja. Aku tidak ingin orang lain melihat diriku yang rusak.
Entah mengapa pikiranku seakan-akan berjalan jauh ke arah yang tidak aku ketahui. Mengingat kenangan yang menyakitkan dan luka masa lalu di tengah gurun ini membuat kepalaku sakit. Aku merasa semakin keras aku berlari menjauhi mereka, tetapi mereka tetap saja mengikutiku. Aku ingin sekali bertanya pada seseorang tentang kebahagiaan. Apakah bahagia itu hanya fatamorgana ditengah gurun? Nampak terlihat di kejauhan tapi tidak ada bentuk dan ujungnya. Atau bahagia itu seperti oasis di tengah gurun? Terlihat menyenangkan ditengah suasana yang tidak menyenangkan.

Komentar
Posting Komentar