A K H I R

Aku pernah begitu dalam menempatkan namamu
Menjadikanmu seseorang yang utama untuk setiap lajuku.

Aku juga pernah menjadi orang yang paling cemas ketika mencarimu.
Namun berusaha tetap sabar dan tetap menunggu apapun kabarmu.

Kita bahkan lebih sering menghabiskan waktu tanpa tatap muka, meski begitu aku tetap senang hariku penuh denganmu dan perasaanku semakin bertambah untukmu.

Sebelum akhirnya perpisahan dating lebih cepat diantara kita.
Kesalahpahaman menghancurkan semuanya.
Mataku dipaksa melihat kau pergi.
Hatiku harus menerima ucapan benci.
Kita – yang terluka namun berbeda cara.
Aku tak henti-hentinya memohon agar kau mau mendengar lebih jelasnya sedang kau terlanjur kecewa bahkan terluka.

Kita berakhir dan aku harus mendapati diriku yang tersingkir.

Hidup kembali menjalankan durasinya.
Aku bersikeras kembali menata luka bahwa yang sudah hancur mungkin tak bisa lagi sama.
Namun, salahkah jika aku menginginkan setelah ini kita masih bisa sama-sama saling bertegur sapa ? Berbicara layaknya teman sebaya atau mungkin menjadi dua orang yang sudah berhasil berdamai dari luka lama.

Aku tak pernah menyangka kita bakal seasing ini.
Seolah semuanya tak pernah ada kisah, juga cerita.
Padahal dulu kita pernah sama-sama meneguk apa itu bahagia.

Mungkin memang saat ini kaulah yang benar-benar berhasil melepasku. Dan perlahan-lahan meniadakanku disetiap harimu.
Sampai akhirnya satu hal tentangku yang pernah kau simpan sudah terlupa pada hal-hal baru dari sosok yang bukan lagi aku.

Jujur, kuakui aku kalah perihal meninggalkan dan melupa. Kenyataan yang kutemui aku belum sepenuhnya bisa.
Sebab biar bagaimanapun kau pernah melengkapi langkahku, menjadi seseorang yang kutempatkan di segala rasa.


Sekarang, kaulah yang semakin jauh terlihat bahagia.
Melanjutkan apa yang kau pernah impikan
kau raih bersama dia yang kini ada di setiap waktumu yang penuh cerita.

Biar ini menjadi akhir bagiku. Akhir bahwa satu langkah kakiku sudah tak berhak ada didepanmu dan satu genggaman tanganku sudah tak bisa menjangkau jemarimu.

Kita berakhir dari yang tak pernah terpikir.

Terimakasih,

Bahagiaku adalah tentang bagaimana kau mampu mendapatkan yang lebih baik dariku.

Maret, 2016

Komentar