Sudah sebulan lebih, tempat ini menyimpan kenang.
Setiap tempat punya ceritanya, memang.
Dan kali ini ceritaku sedikit berbeda, karna penyebabnya adalah kamu.
Kau ingat,
Jarum jam itu tepat menunjukkan saat dimana netramu dan netraku masih saling bertatap.
Tanpa batas dan tanpa sekat.
Kau lihat,
Pilar-pilar gedung, papan pengumuman, kursi tunggu dan mesin pencetak tiket menjadi saksi bisu.
Menjadi saksi dimana masih ada tawamu yang bisa kulihat dan kunikmati melalui netraku kala itu.
Tawamu yang saat ini hanya sebagai kenang.
Tawamu yang saat ini masih membekas di dada dan ingatan.Tawamu yang saat ini masih ku rindukan.
Dan, kini aku menunggu hadirmu kembali.
Surabaya, 2 November 2018

Komentar
Posting Komentar